Dyah Rinni

Untuk Hidup dan Menulis Lebih Bermakna
Catatan Kecil | Film

Catatan Kecil Fantastic Beasts and Where to Find Them 2: The Crimes of Grindelwald

November 17, 2018
Waktu Baca: 4 menit

Saya sebenarnya nggak banyak berharap ketika mau nonton Fantastic Beasts 2. Harapan saya kurang lebih sama serunya dengan film pendahulunya. Tetapi ternyata harapan ini juga ketinggian. Saya keluar dari bioskop dengan perasaan kecewa.

Sebelum kalian meneruskan membaca, saya harus ngasih peringatan bahwa tulisan ini FULL SPOILER.  Jadi, jangan teruskan kalau kalian belum nonton Fantastic Beasts 2. Oke? Sudah dikasih peringatan, ya.

Fantastic Beasts 2 menceritakan kelanjutan petualangan Newt Scamander dalam… tunggu dulu, saya harus mikir dulu soal ini. Seharusnya sih menceritakan usaha Newt mengumpulkan, menyelamatkan atau meneliti binatang, karena itu pekerjaan dan hobinya. Sayangnya, itu semua nggak terjadi. Yang terjadi adalah Newt tenggelam di antara cerita lain di Fantastic Beasts. Jadi ketika dirangkum, isi cerita Fantastic Beasts 2 kurang lebih:

Grinderwald bebas dan menyiapkan rencana untuk revolusi. Sementara itu Credence mencari jati dirinya bersama Nagini. Newt menolak mencari Credence dan baru bergerak setelah diminta Dumbledore dan Newt tahu ada Tina. Hubungan Jacob dan Queenie retak.

Kurang lebih begitu.

Sebenarnya, dalam Fantastic Beast 1 juga terdapat beberapa sub plot. Misalnya tentang Credence, Percival Graves, Jacob, dan lain-lain. Tetapi tetap saja Newt menempati porsi yang lebih besar. Hal ini berbeda dengan FB 2, di mana, Newt malah terlihat seperti tempelan cerita.

Alhasil yang terjadi adalah rangkaian beberapa cerita yang dikumpulkan menjadi satu di bawah judul Fantastic Beasts. Format ini, menurut saya, nggak masalah ketika dituangkan di medium novel atau TV series. Tetapi ketika dijadikan menjadi film, hasilnya justru nggak memuaskan. Atau paling nggak, saya yang nggak puas. Padahal saya nggak nuntut banyak.

Saya tahu saya bukan JK Rowling yang level menulisnya jauh lebih tinggi dari saya. Tetapi dari kacamata saya, setidaknya ada  3 masalah yang bikin Fantastic Beasts 2 nggak memuaskan untuk ditonton.

Terlalu banyak yang ingin dimasukkan ke dalam cerita.

Dalam sebuah film yang berdurasi 2 jam 13 menit, penonton dipaksa untuk mengikuti 7 cerita yang terpisah: Grinderwald, Newt, Credence dan Nagini, Jacob dan Queenie, Dumbledore, Tina, dan Leta. Woa, saya aja baru sadar hal ini setelah menghitungnya kembali.

Sayangnya, nggak semuanya penting.  Masa lalu Leta, misalnya, nggak penting untuk dibicarakan karena nggak ada pengaruhnya bagi hubungan Leta dan Newt di masa sekarang. Newt nggak ada niatan untuk kembali pada Leta (mungkin karena Leta sudah tunangan dengan Theseus, kakak Newt).

Hubungan Jacob dan Queenie, misalnya, opsional untuk diceritakan. Seandainya porsi cerita mereka dipindah ke film berikutnya dan memberikan porsi lebih banyak bagi hubungan Newt, Tina, dan Leta, mungkin cerita akan lebih kuat. Mungkin.

Memang cast-nya banyak, tapi saya nggak duga mereka bakal punya cerita sendiri-sendiri.

Terlalu banyak tokoh, tapi nggak berpengaruh banyak.

Ada tokoh-tokoh yang menurut saya nggak ngaruh ke cerita. Misalnya Theseus. Kakak Newt ini nggak punya peranan banyak di dalam Fantastic Beast 2, kecuali jadi tunangan Leta dan memimpin Auror yang memburu Credence. Sebagai pemimpin pun, perannya nggak banyak. Bagaimana Leta dan Theseus bertemu dan bertunangan saja nggak jelas. Padahal jelas-jelas yang berteman dengan Leta adalah Newt.

Saya emang nggak tahu apa rencana JK Rowling dengan karakter Theseus, tetapi lebih baik kalau Theseus diperkenalkan di Fantastic Beasts 3 saja. Toh (buat saya), posisi Theseus sebagai pemimpin juga bisa digantikan oleh Leta.

Belum lagi kemunculan karakter Yusuf dan Nicholas Flamel. Yusuf buat saya, hanya muncul untuk menyesatkan penonton tentang masa lalu Credence. Sebagai orang yang katanya mau membunuh Credence, dia nggak membawa bahaya besar buat Credence. Nicholas, mungkin mau disiapkan untuk buku eh film berikutnya. Tetapi tetap saja cuma muncul satu dua adegan yang nggak terlalu ngaruh.

Tokoh utama yang terlalu pasif

Di antara semua masalah cerita Fantastic Beasts, buat saya masalah terbesar justru di karakter Newt yang terlalu pasif. Oke, saya ngerti karakter Newt itu nggak suka memihak. Dia juga benci kerjaan kantor dan karena itu menolak kerja di Kementerian. Newt baru bergerak ketika tahu Tina terlibat, bukan karena masalah Credence atau Grindelwald.

Ketika tokoh utama menolak untuk terlibat, penonton akhirnya juga nggak punya alasan untuk peduli. Gampangnya, ngapain gue peduli sama masalah Credence, orang tokoh utamanya aja nggak peduli.

Padahal, hubungan Newt dan Credence bisa menarik untuk digali. Ketika Newt tahu Credence masih hidup, Newt bisa menganggap Credence sebagai masalah yang belum selesai. Saya ngebayangin Newt jadi orang pertama yang menemukan Credence dan berusaha membantunya menemukan jadi dirinya.

Hubungan Newt dan Credence bisa jadi kakak adik yang (mungkin) nggak pernah dimiliki Newt dan kakaknya. Newt bisa merasa kecewa ketika Credence memilih memihak pada Grindelwald. Nantinya, pertarungan Newt dan Grindelwald bisa terasa lebih personal.

Terlebih di sana ada Nagini, karakter yang menurut saya bisa menarik perhatian Newt. Manusia yang berubah menjadi ular? Hmm…. menarik untuk diteliti (atau dibantu) kan? Saya sih menebak Newt akan membantu Nagini di film berikutnya. Walau ya kita tahu bagaimana nanti Nagini akan berakhir.

Paling nggak Niffler masih tetap lucu.

Meski punya banyak kekurangan, nggak berarti Fantastic Beasts 2 nggak punya kelebihan sama sekali. Karakter binatang di dalam Fantastic Beasts, tetap memukau. Mulai dari pemain lama seperti Niffler, sampai pendatang baru seperti Zouwu, Kelpie dan Matagot. Jadi, melihat Niffler mengendus-endus jalanan Paris itu hiburan banget buat saya. Begitu juga ngeliatin kelakuan Zouwu yang badannya aja gede, tapi kelakuannya tetap kayak kucing.

Salah satu adegan favorit saya justru ketika cerita hampir berakhir. Di situ, Newt baru tahu kalau Niffler mencuri barang penting dari Grindelwald. Hal itu membuat Newt berkata pada Dumbledore yang kurang lebih intinya, Grindelwald nggak bisa melihat kelebihan dari makhluk yang ia pandang rendah.

Dan itu, menurut saya, kekuatan dari Fantastic Beasts.