Dyah Rinni

Your Helpful Insight to Writing and Being
Tips & Tricks | Writing

Terlalu Sibuk untuk Menulis? Atur Waktu Kamu Dengan Cara Ini

June 4, 2017

Banyak di antara kita yang ingin sekali menulis tetapi tidak memiliki waktu untuk itu. Atau punya waktu untuk menulis sesaat, tetapi kesulitan untuk terus menulis secara konsisten. Kalau kamu salah satu di antaranya –karena itu kamu membaca artikel ini, kan?- kamu berada di tempat yang tepat. Dan kamu nggak sendirian. Ada beberapa pertanyaan yang masuk kepada saya, yang berkaitan dengan cara mengatur waktu untuk menulis. Saya rangkumkan pertanyaannya di bawah ini:

Bagaimana cara mengatur waktu supaya seimbang antar menulis dan kerjaan rumah karena saya juga kerja shift? –Ariany Primastutiek

Nggak punya waktu yang banyak untuk menulis – Lusyanda Keian

Tidak bisa disiplin dan sering keteteran, karena kurang konsisten dalam membagi waktu – Ratna Hana Matsura

Bagaimana cara membuat agar diri ketagihan menulis? Karena terus terang, saya masih kesulitan membagi waktu agar bisa belajar menulis setiap hari meski tiap kali menulis, rasanya ada satu beban yang plong di dada – Eva Sholiha

Bagaimana cara menjaga konsistensi untuk terus menulis dalam situasi apa pun – Erwin Kamil

Mari saya perjelas terlebih dahulu. Saya bukan pakar soal pengaturan waktu menulis. Ada kalanya saya bisa tenggelam dalam menulis  dan nggak ingat waktu. Namun ada kalanya juga saya merasa gelagapan mengatur waktu, meski saya tetap berusaha menepati deadline. Tetapi dari pengaturan waktu saya yang jumpalitan ini (dan entah bagaimana saya tetap bisa menyelesaikan novel), ini beberapa tips mengatur waktu menulis menurut saya.

  • Temukan Alasan Kenapa Kamu Harus Menulis

Saya menemukan bahwa alasan menulis merupakan hal pertama yang harus kamu perhatikan saat  ingin Kenapa?  Because if you know the why, you will find the how.  Kalau kamu tahu alasan kenapa kamu ingin menulis, kamu akan menemukan waktu untuk menulis, sesedikit apapun waktu yang kamu punya.

Seorang penulis Amerika, Isaac Asimov pernah ditanya, apa yang ia lakukan kalau  ia hanya memiliki sisa hidup enam menit? Ia bilang, ia akan mengetik lebih cepat. Itu karena ia memiliki sesuatu yang penting untuk disampaikan dalam tulisan.

Jadi, cobalah berhenti sejenak dan bayangkan bahwa hidupmu tinggal hari ini atau beberapa bulan lagi. Apakah kamu akan menghabiskannya untuk menulis apa yang ingin kamu tulis? Jika tidak, berhentilah membaca artikel ini dan lakukan apa yang memang ingin kamu lakukan.

Bagi saya pribadi, alasan terkuat untuk menulis adalah karena saya memiliki isu atau kegelisahan untuk saya sampaikan. Saat saya memiliki cerita yang mendesak di dalam batin yang harus saya katakan, saya menjadi lebih bersemangat untuk menulis. Tanpa adanya passion ini, biasanya saya akan lambat menulis atau tulisan saya menjadi lebih kering daripada Gurun Sahara.

  • Menentukan Waktu Menulis

Jika kamu sudah menemukan alasan untuk menulis, selamat! Langkah selanjutnya adalah menentukan kapan waktu kamu untuk menulis. Sesibuk apapun, jika kamu ingin serius menulis, kamu harus menentukan waktu untuk menulis. Teman saya, seorang ibu rumah tangga, menulis setelah anak-anaknya tidur. Karena memang hanya itu waktu yang ia miliki untuk menulis. Ada juga teman saya, seorang pekerja kantoran, yang menulis saat perjalanan ke kantor.

Saat saya bekerja fulltime sebagai editor dan memiliki proyek menulis novel, saya membagi waktu saya dengan cara bekerja sebagai editor di siang hari dan kemudian menulis novel setelah makan malam dan pagi-pagi sekali sebelum berangkat ke kantor. Bahkan jika kamu hanya memiliki waktu satu jam di akhir pekan untuk menulis, itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Jika kamu sudah menentukan waktu menulis kamu, entah hanya sepuluh menit sehari atau hanya satu jam seminggu, lakukan itu secara disiplin. Sekali kamu melanggar janji, akan lebih mudah bagi kamu untuk melanggar janji berikutnya. Setiap kali kamu tergoda untuk berhenti menulis, ingat kembali alasan kamu menulis. Kalau hal itu tidak cukup kuat untuk membuatmu terus menulis, mungkin memang sebaiknya kamu tidak menulis.

  • Buat target.

Target akan membantu kamu untuk lebih disiplin dalam menulis. Tidak perlu terlalu tinggi dalam membuat target karena target yang terlalu tinggi dan tidak realistis malah akan membuat kamu malas. Buatlah target yang membuat kamu cukup nyaman untuk ingin terus menulis dan pada saat yang sama juga tidak terlalu gampang. Titik pertemuan antara kemampuan dan tantangan kamu inilah akan membuat kreativitas kamu terus mengalir.

  • Miliki Strategi.

Semua penulis memiliki strategi dalam menulis. Ada tipe penulis yang hanya duduk dan kemudian menuliskan apa saja yang keluar di kepalanya. Tetapi ada juga yang seperti saya, tipe yang membuat coret-coret outline di kertas dan kemudian baru memindahkannya ke komputer. Ada juga yang merekam suaranya dan kemudian memindahkannya  ke komputer. Coba temukan strategi kamu sendiri dalam menulis. Yang penting, kamu selalu menemukan cara supaya kamu bisa berpikir dan menulis dengan lancar.

Segala sesuatu membutuhkan strategi, termasuk menulis.

 

  • Berikan hadiah kepada diri kamu sendiri.

Ini sebenarnya masih termasuk strategi di atas, tetapi saya menuliskannya secara terpisah karena saya menemukan bahwa memberi hadiah bagi diri sendiri selalu membantu saya untuk mencapai target. Tidak perlu hadiah yang besar seperti membeli sepatu atau tas baru, tetapi bisa berbentuk hadiah kecil dan sederhana. Misalnya, kalau saya berhasil menulis 10 halaman minggu ini, saya akan menghadiahi diri saya es krim.

Nah itu sedikit tips dari saya tentang membagi waktu menulis meski kamu sibuk. Saya tidak akan mengatakan bahwa menulis itu mudah. Menulis adalah pekerjaan yang berat, bahkan seperti kata,  William Zinsser:

If writing seems hard, it’s because it is hard. It’s one of the hardest things people do.

 

Jika menulis itu terlihat susah, itu karena memang menulis itu susah. Menulis adalah salah satu hal tersulit yang dilakukan oleh manusia.

Tetapi jika kamu percaya pada apa yang kamu tulis, percaya bahwa kamu harus menulis, dan jika kamu terus konsisten menulis, kamu bisa mencapai kata tamat.

  • Nathalia Diana Pitaloka

    Makasih tipsnya mba…

  • https://rudhybenjala.id/ Rudhy Benjala

    Boleh juga tuh dicoba buat catatan kecil sebelum memindahkan ke komputer, jadi ada kerangka awal sebelum memulai menulis

  • http://blogivan.com Ivan Sonavia

    Karena kita tidak bisa tidak menulis.

    Menulis adalah sesuatu yang menyiksa sekaligus membebaskan.

    Menyakitkan sekaligus menyembuhkan.

    • https://rudhybenjala.id/ Rudhy Benjala

      Keren

  • Gho Far

    bukan terlalu sibuk.. malah males Nulis…

  • Mas Broh

    “tetapi jika kamu percaya pada apa yang kamu tulis, percaya bahwa kamu harus menulis, dan jika kamu terus konsisten menulis, kamu bisa mencapai kata tamat” Nah, bagian ini sangat memotivasi saya. Terima kasih, Mba?