Dyah Rinni

Your Helpful Insight to Writing and Being
Books | Tips & Tricks

Petualangan dan Tips Berkunjung ke Pameran Buku Big Bad Wolf

April 25, 2017

Begitu tahu Big Bad Wolf akan digelar kembali, aku bersemangat banget buat datang.  Sudah dua kali aku terpaksa melewatkan Big Bad Wolf karena jaraknya yang jauh dari rumah. Jaraknya ssatu setengah jam untuk mobil dan bisa dua jam lebih kalau pakai transportasi umum, belum lagi aku nggak mengenal situasi Tangerang. Tahun ini, alhamdulillah, aku berhasil membujuk adikku untuk  jadi sopir dan pengawal pribadi ikutan.

Buat kalian yang nggak tahu, Big Bad Wolf (BBW) adalah acara  pameran buku impor yang dibuka 24 jam nonstop dengan diskon gila-gilaan. Sebagai contoh, novel impor yang biasanya dibandrol sekitar 180ribu di toko buku, bisa kamu dapatkan dengan harga sekitar 65ribu atau bahkan 50ribu kalau kamu beruntung. Tahun ini panitia BBW mengklaim menawarkan 5 juta buku dari beragam kategori buku seperti buku anak, fiksi, biografi, memasak, seni dan keterampilan, desain, fotografi, dan buku Indonesia.

Kalian mau ke sana? Ini ada sedikit tips buat kalian.

  1. Cari informasi sebanyak-banyaknya. Informasi adalah teman terbaik kalian untuk mendapatkan pengalaman terbaik di Big Bad Wolf. Mulai dari cara ke sana, bagaimana situasi terkini, buku yang dijual, dan lain-lain. Aku mengikuti akun resmi BBW di instagram: @bbwbooks_id dan menemukan banyak orang yang berbagi pengalaman mereka. Tahun ini, misalnya, banyak yang mengeluh bagaimana orang bisa mengantri membayar sampai 4 jam di acara VIP/Preview Sale. Hal ini sempat menyurutkan minatku untuk ke sana, tetapi setelah mencari tahu dari beberapa teman yang ke sana di hari-hari berikutnya, ternyata panitia sudah melakukan perbaikan pembayaran. Aku sendiri hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit mulai dari antri bayar hingga keluar kasir. Jadi, nggak ada masalah buatku.
  2. Datanglah di waktu yang nggak umum seperti jam kerja, tengah malam, atau dalam kasusku, sesudah subuh. Aku datang ke BBW di hari Minggu jam 6 pagi dan tingkat keramaiannya masih rendah. Begitu sekitar jam 9, situasi sudah semakin ramai, meski belum sampai mengganggu kenyamanan belanja. Untuk tahun depan, mungkin aku akan datang lebih awal lagi supaya bisa lebih puas menjelajahi hall yang gede banget itu.
  3. Bawa jaket, makanan, dan minuman. Kalian akan butuh jaket karena di dalam, AC-nya dingin banget, kecuali kalau kalian emang tipe kulit badak tahan AC. Kalian juga perlu membawa makanan dan minuman sebagai teman dalam berburu buku dan antri buku. Di luar hall memang ada yang jual makanan, namun mereka hanya menerima pembayaran dengan e-money. Di luar ICE juga ada warung-warung makanan kalau kalian mau jalan jauh untuk mendapatkan makanan.
  4. Gunakan pakaian dan sepatu yang paling nyaman untuk memudahkan mobilitas.
  5. Bawa troli atau koper kalau kalian berniat belanja banyak.

    Situasi antri di kasir. Di Preview Sale tahun ini, antrian sempat menggila, tetapi aku tidak mengalaminya karena datang di hari yang berbeda.
  6. Buat wishlist buku. Daftar keinginan membuat kalian lebih fokus dalam mencari apa yang ingin kalian beli, mengingat ruang pamerannya itu luas banget. Kalian juga bisa lihat-lihat bookxcessonline.com terlebih dahulu. Menurut seorang teman, bookxcess adalah parent company-nya BBW. Jadi sebenarnya BBW ngambil stok bukunya dari sana.  Emang nggak ada jaminan 100% apa yang ada di web tersebut pasti ada di pameran, tapi setidaknya kalian dapat gambaran stok bukunya.
  7. Kalau belanja sedikit, mungkin menggunakan jasa titip akan lebih praktis bagi kalian. Tahun ini, jasa titip mendapat sorotan negatif. Ada jasa titip yang berbelanja dalam jumlah besar sehingga membuat antrian hingga berjam-jam. Ada juga yang malah membuka lapak sendiri di lokasi pameran sambil mencari buyer secara online. Tetapi ketika aku datang, aku tidak bertemu dengan jasa titip. Jadi mungkin entah mereka sedang tidak aktif atau panitia BBW sudah memiliki sistem tersendiri untuk melayani para penjual  ini. Selain itu, panitia BBW secara berkala menambah stok buku mereka. Jadi bisa jadi buku yang kamu inginkan baru keluar setelah kamu ke sana. Jadi daripada kalian balik lagi untuk satu dua buku, menurutku sih tidak ada salahnya memakai jasa titip ini.

Layak nggak sih pergi ke Big Bad Wolf?

Nah itu tergantung tujuan hidup kamu. Kalau kamu ingin cari buku terbaru, tentu saja kamu mencari di tempat yang salah. Bisa aku katakan bahwa buku-buku yang dijual itu terbit beberapa tahun yang lalu. Kalau nggak, gimana mereka bisa menjual dengan harga murah? Buku bestseller? Ada nama-nama besar seperti Jodi Picoult, James Patterson, Dan Brown, Nicholas Sparks, George R.R Martin, Suzanne Collins, Stephen King, Nora Roberts, tetapi nggak semua judul ada.  Menurut pengamatanku, perbandingan antara koleksi penulis yang terkenal dan kurang terkenal ya sekitar 30: 70. Tetapi kalau kamu ingin menambah koleksi buku, cari referensi (yang tidak terlalu spesifik harus buku tertentu), datanglah ke Big Bad Wolf.

Walaupun ajang kayak gini bagus dan aku akan kembali lagi tahun depan, aku nggak menganggap Big Bad Wolf sebagai ajang buat membenarkan diri belanja buku habis-habisan. Pertama karena banyak buku yang aku inginkan ternyata nggak ada di sana. Kedua karena aku hanya ingin membeli buku yang memang akan aku baca sampai setahun ke depan. Ketiga, selalu ada sumber buku murah lainnya. Misalnya, aku  sering nyari-nyari buku di bagian bargain bin-nya Book Depository, buku second di Betterworldbooks atau di Carousell. Dengan penantian dan keberuntungan, aku bisa mendapatkan buku yang aku inginkan dengan lebih murah.  Mungkin nggak semurah di Big Bad Wolf, tapi bagiku yang paling penting bukan harga yang paling murah, namun seberapa besar manfaat buku itu bagi kita.

Sebagai penutup, ini hasil belanjaanku. Sedikit banget ya?