Dyah Rinni

Your Helpful Insight to Writing and Being
Creativity | Writing

Mengembangkan Ide Kreatif dengan SCAMPER

March 17, 2017

Penulis yang baik adalah penulis yang nggak terpaku akan ide kreatif yang pertama kali keluar. Baginya, ide adalah sesuatu yang bisa terus bergerak, berubah. Bahkan sebenarnya, ide yang pertama kali keluar itu justru ide yang paling nggak kreatif, kurang orisinal. Mengapa? Karena otak kita biasa melakukan asosiasi terdekat. Semakin lama kita memikirkan ide tersebut, kita akan mencari sesuatu yang lebih jauh, lebih liar dan akhirnya menemukan yang lebih kreatif dibandingkan ide pertama kita.

Terus, gimana melakukannya? Ada beberapa tips untuk mengolah ide. Salah satunya adalah dengan menggunakan sistem Scamper. Scamper adalah sembilan prinsip berpikir kreatif yang diciptakan oleh Alex Osborn dan disusun ulang oleh Bob Eberle. Kesembilan prinsip berpikir itu adalah:

S (Substitute) = Mengganti

C (Combine) = Kombinasi

A (Adapt) = Menyesuaikan

M (Magnify/Modify) = Memperbesar/Memodifikasi

P (Put to other use) = Memanfaatkan untuk kegunaan lain

E (Eliminate) = Menghapus

R (Rearrange/Reverse) = Menyusun kembali/Membalik

Scamper disusun berdasarkan pendapat bahwa segala sesuatu yang ‘baru’ sebenarnya adalah penambahan atau modifikasi dari segala sesuatu yang ada. Kasarnya, ATM. Amati, Tiru, Modifikasi. Contohnya, handphone adalah modifikasi dari telepon. Tablet seperti Ipad adalah modifikasi dari komputer. Di dunia kepenulisan, hal yang sama juga berlaku. Kisah Titanic, misalnya, tidak lebih dari versi lain Romeo dan Juliet. Begitu juga dengan cerita Cinderella dan Beauty and The Beast.

Menerapkan Scamper dalam Menulis

S (Substitute) = Mengganti.

Kamu boleh mengambil sebuah cerita yang kamu sukai dan mengganti semua hal yang bisa kamu ganti. Ini bukan mencuri, selama orang lain tidak bisa mengenali darimana ‘inspirasi’ cerita kamu. Misalnya kamu mengambil Twilight, tetapi yang manusia adalah cowok, ditemani satu peri cantik dan satu penyihir. Genrenya bukan romantis melainkan komedi. Lokasinya di pedalaman Papua. Tetapi plotnya sama persis dengan Twilight. Ngomong-ngomong tentang substitute, Fifty Shades of Grey sebenarnya melakukan ini pada Twilight.

C (Combine) = Kombinasi

Kamu juga bisa menggabungkan beberapa cerita untuk mendapatkan satu cerita kreatif yang menarik. Misalnya: Gabungan dari Finding Nemo dan Lord of the Ring, atau  Inception dengan Twilight dan Titanic. Atau Ayat-ayat Cinta dengan Ada Apa dengan Cinta?

A (Adapt) = Menyesuaikan

Sebelum kamu, sudah ada orang-orang yang memikirkan masalah yang mungkin tengah kamu hadapi. kamu bisa memanfaatkan pemikiran ini demi kepentingan kamu. Cara mengolah plot siapa yang kamu kamu bagus? Cara menciptakan tokoh siapa yang bisa saya tiru? Apa yang bisa saya gabungkan dengan ide saya? Bagaimana saya menyesuaikan teori kepenulisan yang saya pelajari dengan situasi saya?

M (Magnify/Modify) = Memperbesar/Memodifikasi

Cara lain mendapatkan ide kreatif adalah dengan memperbesar atau memperluas ide kamu. Ini, menurut saya adalah salah satu bagian terpenting menjadi penulis. Jika kamu hanya meniru karya penulis lain, kamu tidak memberikan makna baru bagi pembaca. Perempuan jatuh cinta pada lelaki? Sudah banyak sekali. Lalu di mana kelebihan karya kamu? Apakah ada nilai ekstra dalam karya kamu? Bagaimana kamu bisa menciptakan tulisan yang lebih dalam, lebih luas atau lebih bermakna dibandingkan karya yang sudah ada sebelumnya?

P (Put to other use) = Memanfaatkan untuk kegunaan lain

Apakah buku kamu bisa digunakan untuk hal yang lain selain hiburan atau hadiah? Misalnya, buku kamu didesain untuk dibentuk menjadi wadah barang, pajangan yang menarik, dan lain-lain. Dengan demikian, kamu bisa meluaskan lingkup pemasaran buku tersebut.

E (Eliminate) = Menghapus

Selain menambahkan ide, kamu juga bisa membuang sebagian dari ide tersebut. Coba perhatikan, bagian mana yang bisa kamu abaikan? Bagaimana kalau buku ini dibagi dua bagian saja? Bagaimana kalau cerita ini dipadatkan? Mana yang perlu? Mana yang tidak perlu?

Proses ini akan kamu hadapi saat kamu mulai mengedit naskah. Mungkin kamu akan merasa sulit karena kamu merasa semua bagian cerita kamu ‘terlihat’ utuh dan tidak boleh diotak-atik. Namun jika kamu bersedia mengotak-atik cerita kamu, bermain dengan ide menghapus dan memadatkan, maka bisa jadi tulisan kamu akan jauh lebih kuat.

R (Rearrange/Reverse) = Menyusun kembali/Membalik

Ide tentang membalik ini sudah dibahas minggu lalu secara spesifik. Tetapi intinya, kita mengubah langkah kita dalam menyusun cerita. Dari yang biasanya menulis dari awal, kita memulai dengan dari belakang.

Salinger dan Kafka

Saya ingin menutup tulisan kecil ini dengan cerita tentang Kafka dan JD Salinger. Saat novel Franz Kafka keluar, banyak orang terkesima akan unsur keterbaruan dalam novel Metamorphosis-nya. Ya iyalah, orang tokoh utamanya bangun dan langsung berubah menjadi serangga. Siapa yang akan terpikir? Hal ini membuat JD Salinger merasa tidak percaya diri, namun pada saat yang bersamaan, ia juga merasa tertantang. Ia membaca semua karya Kafka dan berusaha untuk menulis dengan gayanya sendiri. Hasilnya? Catcher in The Rye yang terkenal itu. Sejumlah penulis yang terinspirasi dari tulisan Kafka adalah George Orwell dan Neil Gaiman. Tetapi para penulis ini, tidak sekedar menyalin gaya Kafka, mereka menambahkan hal-hal yang belum diekspolasi oleh Kafka.

Intinya adalah jangan ragu buat mengobrak-abrik tulisan penulis lain. Karya yang sudah ada saat ini bisa jadi bukan karya yang terbaik. Bakan, mereka menunggu untuk kamu eksplorasi, perdalam dan kembangkan.

Selamat menulis!