Dyah Rinni

Your Helpful Insight to Writing and Being
Success Story | Writing

Cara Sukses Self Publishing Ala Jack Canfield

March 5, 2017

Nggak selamanya sukses menerbitkan buku harus lahir melalui tangan penerbit. Ada juga lho yang sukses menerbitkan sendiri alias self publishing. Siapa yang nggak tahu Jack Canfield? Semua yang hobi baca Chicken Soup tentu tahu dalang di balik buku yang fenomenal ini. Namun berapa banyak yang tahu jika Chicken soup bukanlah buku yang lahir dari tangan penerbit besar melainkan via self publishing?

Pada Awalnya

Chicken soup bisa dibaca jutaan orang hingga saat ini berkat kegigihan Jack Canfield dan sohibnya, Mark Victor Hansen. Pada awalnya Jack dan Mark  berupa untuk menerbitkan Chicken Soup ke penerbit besar. Bersama-sama mereka bergerilya ke banyak penerbit. Namun apa daya,  mereka ditolak oleh 130 penerbit. Salah satu alasannya adalah “nggak ada yang mau membeli buku kumpulan cerita.” Tidak putus asa, akhirnya keduanya memutuskan untuk menerbitkannya sendiri alias melakukan self publishing.

Jalan Menuju Sukses

Ini bagian yang ingin kamu ketahui. Bagaimana mereka bisa sukses menjual buku secara self publishing yang artinya tanpa melalui penerbit? Dari bukunya, The Success Principle, ada beberapa poin yang ditulis oleh Jack Canfield yang berkaitan dengan perjuangannya menjual Chicken Soup via self publishing.:

  • Jika ingin menghasilkan hal yang besar, bermimpilah besar.

Jangan takut bermimpi besar, begitu pesan Jack. Orang yang bermimpi besar akan menarik hal-hal yang besar. Jadi jangan peduli kalau ada orang yang bilang “ah buku gitu doang mana mungkin jadi bestseller.” Nyatanya memang ada buku yang ‘gitu doang’ menjadi bestseller. Ingat poconggg? Saat menerbitkan Chicken Soup, Jack dan Mark membuat ‘visi 2020’ yaitu menjual 1 milyar buku pada tahun 2020 dan mengumpulkan dana amal sebesar $500 juta pada tahun 2020.Memang saat ini belum sampai tahun 2020. Tetapi mengingat kesuksesan Chicken Soup yang luar biasa, mungkin banget kan mereka berhasil mencapainya.

  • Bawa tujuanmu yang paling penting di dalam dompet.

Jack dan Mark menulis keinginan mereka dalam selembar kertas dan membawanya ke mana-mana dalam dompet mereka.  Jack menulis, “Saya bahagia bisa menjual buku chicken soup 1,5 juta copy chicken soup pada tanggal 30 Desember 1994.” Meskipun sempat ditertawakan, nyatanya keduanya memang berhasil mencapai 1,3 juta kopi chicken soup. Meleset? Hm.. so what? Toh di kemudian hari Chicken soup berhasil 8 juta kopi di seluruh dunia dalam 30 bahasa.

  • Lakukan Lima Hal dalam satu hari.

Salah satu kunci keberhasilan Chicken soup masuk menjadi bestseller adalah dengan melakukan aturan Lima, yaitu melakukan lima hal dalam satu hari untuk mempromosikan bukunya. Ada banyak hal yang dilakukan Jack Canfield dan Mark Hansen untuk mempromosikan Chicken Soup: mulai dari menulis press release, mengirimkan buku secara gratis ke sejumlah selebritas, menelpon orang yang bersedia melakukan book review, bersedia melakukan book signing di toko buku manapun, berusaha menjual chicken soup di gift shop, pom bensin, dan lain-lain. Jack juga rajin mengirimkan artikel ke lima puluh  majalah lokal dan regional di seluruh Amerika Serikat. Tiga puluh lima di antaranya menerbitkannya, memperkenalkan Chicken Soup ke lebih dari 6 juta pembaca. Pokoknya lima aktivitas promosi setiap harinya!

Dan kapan mereka sukses? Dua tahun kemudian! Gila, ya. Tetapi begitulah kenyataannya. Kesuksesan tidak diraih dalam semalam. Namun kesuksesan mereka juga tidak main-main. Chicken Soup adalah salah satu buku terlaris di dunia (cek saja wiki kalau tidak percaya) dan telah dialihbahasakan ke tiga puluh bahasa dunia.

  • Banyak dan Rajin Beramal

Heh? Apa hubungannya dengan dengan sukses menulis buku self publishing? Jack Canfield percaya bahwa semakin banyak kita memberi, maka semakin banyak kita menerima. Bersama para penulis Chicken Soup, Jack Canfield telah mendonasikan lebih dari 100 lembaga amal. Para Penulis Chicken Soup bahkan pernah membuat buku untuk didistribusikan secara gratis untuk para narapidana. Hasilnya? Justru muncul permintaan menerbitkannya untuk umum! Di Indonesia, setahu saya penulis Ippho Santosa melakukan doa bersama anak yatim ketika ia meluncurkan buku 7 Keajaiban Rezeki. Dan kita tahu buku itu menjadi salah satu bestseller di Indonesia.

  • Banyak Berbagi

Poin ini mirip dengan poin nomer empat. Namun fokusnya adalah berbagi dengan orang dalam, bukan ‘orang luar’. Jack Canfield mengatakan ia selalu berusaha membagi pendapatan secara adil dengan sekretaris, editor, penulis, dan orang-orang yang terlibat dalam Chicken Soup. Bukan saja digaji lebih tinggi dibanding penerbit biasa, karyawannya juga memiliki rencana pensiun dan bonus tahunan yang menarik.  Saya pribadi berharap banyak penerbit yang melakukan hal ini. Sudah sering saya mendengar penerbit yang kurang menghargai penulisnya dan membayar mereka di bawah kepantasan (hmm… pernah mendengar ajakan antologi yang penulisnya dibayar dengan sejumlah pulsa?) atau editor yang tuntutan kerjanya tidak sebanding dengan gajinya.

Dan kalau kamu sedang melakukan self publishing seperti Jack Canfield? Bayarlah cover designermu dengan harga layak. Bayarlah penulis kamu dengan harga pantas. Berterimakasihlah kepada orang yang telah membeli bukumu. Berterima kasihlah kepada orang yang sudah mengkritik buku kamu.  Hargai orang-orang yang telah bekerja sama denganmu. Pada akhirnya kebaikan yang kamu lakukan akan kembali kepada berupa kebaikan juga.