Dyah Rinni

Your Helpful Insight to Writing and Being
Mind | Writing

7 Kebiasaan Buruk Penulis yang Harus Kamu Buang

March 5, 2017

Sebagai penulis, atau mungkin calon penulis, kamu pasti punya sejumlah kebiasaan. Ada yang baik dan ada juga yang buruk. Tetapi kita tidak selalu mengenali kebiasaan buruk tersebut. Atau mungkin kamu sudah tahu tapi mengabaikannya. Dalam jangka panjang, kamu tentu tahu bahwa kebiasaan tersebut nggak bagus. Apakah kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut?

  1. Tidak disiplin. Ini adalah adalah kebiasaan buruk penulis yang utama. Karena kamu pikir kamu seniman, kamu punya hak untuk tidak disiplin. Salah besar. Banyak penulis besar yang memasang waktu khusus untuk menulis. Ada ide atau tidak, mereka harus ada di depan komputer dan menulis. Selain itu, jika kamu malas, kamu tidak akan menepati tenggat waktu. Penerbit bisa jadi enggan menggunakan kamu lagi.
  2. Menunggu mood. Kamu nungguin mood? Sampai kiamat juga nggak bakalan datang. Kenapa? Karena bakal selalu ada hal yang bisa ngeganggu kamu: tetangga kamu yang dengan nggak pedulinya nyalain petasan, adik kamu yang menangis, sampai bajaj sedunia yang bersekongkol lewat depan rumah kamu tiap lima menit. Jadi kapan kamu bisa menulis? Ya sampai kamu bilang ke diri kamu sendiri: Saya mau menulis sekarang. Sekarang adalah mood yang tepat untuk menulis. Otak saya akan mengeluarkan ide-ide yang brillian. Yes, cuma itu aja. Duduk di depan meja atau laptop, dan mulai menulis.
  3. Terlalu sibuk.“Aduh, saya terlalu sibuk kerja.” Atau “tugas kuliah ini terlalu berat.” Kalau kamu memang benar-benar berniat menjadi penulis, tidak ada alasan mempertahankan kebiasaan buruk penulis ini. Karena jika kamu menundanya sekarang, besar kemungkinan kamu akan terus menundanya.
  4. Takut idenya tidak orisinil. Kebiasaan buruk penulis ini lahir karena kita ingin menjadi sempurna, ingin menjadi yang pertama. Padahal di dunia ini, semua ide pasti pernah terpikirkan oleh penulis. Yang bisa kita lakukan adalah mengolah ide itu dengan lebih baik dibandingkan sebelumnya.
  5. Meniru ide orang lain.Kamu pikir karena Stephanie Meyer bisa kaya dengan menulis tentang vampir, kamu juga akan sukses menulis tentang vampir. Nyatanya, dengan melakukan kebiasaan buruk penulis ini, kamu hanyalah seorang pengekor. Atau bisa jadi saat buku vampir kamu selesai, trend buku sudah mengarah ke tema yang lainnya.
  6. Enggan mencatat ide dan berpikir akan mengingatnya.Kamu punya ide akan tetapi kamu sedang berada di dalam angkutan umum. Jadi kamu putuskan untuk menulis ide itu nanti saja di rumah. Salah! Ini adalah kebiasaan buruk penulis yang harus dibuang karena bisa jadi, kamu kehilangan ide saat kamu menundanya. Karena itu selalu sediakan bolpen dan kertas.  Kamu tidak pernah tahu kapan ide kamu datang.
  7. Takut hasilnya nggak sempurna. Kamu ingin sempurna. Got it. Sebagian besar penulis itu ideal dan suka gatel sendiri melihat tanda baca yang salah. Tapi pada saat yang sama, nggak ada toh gading yang nggak retak? Karenanya, cukup sampai kamu puas (atau sedikit puas) dan kemudian kirim hasilnya ke penerbit. Mereka akan memberikan masukan yang mungkin tidak kamu pikirkan sebelumnya.